Data

10 Contoh Penerapan Business Intelligence pada Perusahaan

Business Intelligence adalah teknologi yang membantu perusahaan untuk mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data bisnis di perusahaan. Business Intelligence memiliki fitur untuk mengolah data mentah menjadi informasi yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan.

Penggunaan Business Intelligence dapat memberikan keunggulan kompetitif pada perusahaan. Dengan menganalisis data yang dimiliki, perusahaan dapat melayani pelanggan dengan lebih baik. Tingkat retensi dan loyalitas pelanggan yang tinggi pasti diikuti dengan penjualan yang semakin meningkat.

Merujuk informasi dari blog Oracle NetSuite, berikut kami sajikan contoh penerapan Business Intelligence di perusahaan kelas dunia.

Contoh Penerapan Business Intelligence pada Perusahaan

1. Lotte

Lotte adalah mall belanja online dari Korea yang memiliki 13 juta pelanggan. Dengan lebih dari 1 juta kunjungan website setiap harinya, manajemen perusahaan ingin mengetahui kenapa pelanggan meninggalkan keranjang belanja mereka.

Untuk mengetahui jawabannya, Manajer Umum Pemasaran Lotte mengimplementasikan analitik pada pengalaman belanja pelanggan. Sistem ini merupakan yang pertama di Korea. Manajer tersebut menggunakan informasi yang diperoleh untuk memahami perilaku pelanggan dan menerapkan strategi pemasaran yang lebih tepat untuk mereka.

Dengan insight dari aplikasi Business Intelligence baru mereka, Lotte berhasil meningkatkan rasio kepuasan pelanggan dan kenaikan penjualan hingga 10 juta USD setelah tahun pertama. Perubahan dilakukan setelah mengetahui penyebab ditinggalkannya keranjang belanja, seperti proses checkout yang panjang dan waktu pengiriman pesanan yang tidak sesuai harapan.

2. Expedia

Expedia adalah grup perusahaan travel kelas dunia yang menaungi Expedia, Hotwire, dan TripAdvisor. Bagi Expedia, kepuasan pelanggan adalah hal yang penting untuk visi, strategi, dan kesuksesan perusahaan. Pengalaman transaksi online seharusnya menjadi cerminan pengalaman perjalanan yang baik, tetapi perusahaan tidak memiliki umpan balik dari pelanggan.

Penerapan Business Intelligence pada Perusahaan: Expedia

Expedia memiliki tumpukan data yang diagregasi secara manual, sehingga tidak ada waktu untuk menganalisisnya. Dengan menerapkan Business Intelligence, Departemen Kepuasan Pelanggan dapat menganalisis data pelanggan dan menghubungkannya dengan 10 tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Data dikelola dan dianalisis untuk memperoleh pola atau tren.

Hasilnya, tim Customer Service dapat memantau kinerja mereka secara real-time. Ditambah, departemen lain juga terbantu dengan adanya data tersebut. Sebagai contoh, travel manager dapat menggunakan Business Intelligence untuk mengetahui jumlah tiket yang tidak digunakan dan tiket yang di-booking secara offline. Mereka menerapkan strategi untuk menyesuaikan perilaku pelanggan yang menghasilkan penghematan di beberapa pos anggaran.

3. American Express

Business Intelligence adalah salah satu tools yang penting di industri keuangan. American Express telah menggunakan Business Intelligence untuk mengembangkan layanan pembayaran. Uji coba perusahaan pada pasar Australia membuat perusahaan mampu mengidentifikasi 24% nasabah Australia yang akan menutup rekening mereka dalam 4 bulan. Dengan menggunakan informasi tersebut, American Express merancang strategi untuk mempertahankan nasabah mereka. Business Intelligence juga membantu secara akurat dalam mendeteksi kecurangan dan melindungi nasabah yang datanya bocor.

4. Coca-Cola

Dengan 35 juta pengikut di Twitter dan lebih dari 105 juta fans di Facebook, Coca-Cola diuntungkan dari data media sosial mereka. Dengan menggunakan teknologi pengenalan gambar berbasis AI, perusahaan mampu mendeteksi foto produk minuman yang diunggah oleh pelanggan mereka. Didukung oleh Business Intelligence, perusahaan menganalisis demografi pengunggah gambar tersebut, dan mengapa mereka mem-posting secara online. Informasi ini membantu dalam aktivitas periklanan yang lebih tertarget, menghasilkan klik 4x lebih banyak dari sebelumnya.

5. Netflix

Penerapan Business Intelligence pada Perusahaan Netflix

Perusahaan hiburan online ini memiliki 148 juta pelanggan dari seluruh dunia. Bagaimana Netflix menerapkan Business Intelligence? Netflix memanfaatkan data mereka dengan beragam cara. Salah satu contohnya adalah bagaimana mereka merancang algoritma rekomendasi tontonan berdasarkan riwayat pilihan pelanggan. Netflix juga menggunakan Business Intelligence untuk membuat pelanggan lebih terlibat dengan tontonan mereka. Sistem rekomendasi mereka berjalan dengan sangat bagus, yang berdampak pada 80% konten Netflix ditonton oleh pemirsa.

6. Starbucks

Melalui program customer loyalty dan aplikasi mobile mereka, Starbucks memiliki jutaan data pelanggan. Dengan menerapkan Business Intelligence, perusahaan memperkirakan pembelian dan segera mengirimkan penawaran personal melalui aplikasi mobile dan email. Strategi ini berhasil membuat pelanggan lebih sering membeli dan tentu saja meningkatkan penjualan.

7. Tesla

Perusahaan otomotif inovatif ini menggunakan Business Intelligence untuk menghubungkan mobil mereka dengan database perusahaan untuk keperluan analisis. Dengan pendekatan ini, teknisi mobil dapat mengantisipasi dan memperbaiki berbagai permasalahan dengan lebih cepat, seperti kerusakan komponen, maupun kondisi lalu lintas. Hal ini memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi dan dukungan informasi untuk upgrade produk mereka.

8. Twitter

Perusahaan media sosial Twitter memanfaatkan Business Intelligence dan AI untuk mengurangi konten berbahaya di platform mereka. Algoritma mereka berhasil mengidentifikasi 95% akun pengguna yang berkaitan dengan teroris.

Business Intelligence dan AI juga digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna (UX). Tim dari Twitter dan tools Business Intelligence memantau konten video live dan mengelompokkannya berdasarkan topik. Mereka menggunakan data ini untuk meningkatkan kinerja fitur pencarian, dengan mengidentifikasi video yang kemungkinan disukai oleh pengguna.

9. Uber

Penerapan Business Intelligence pada Perusahaan Uber

Uber menerapkan Business Intelligence untuk mendukung berbagai departemen di perusahaan mereka. Sebagai contoh adalah lonjakan harga. Mereka memiliki algoritma penentuan harga yang memperhitungkan kondisi lalu lintas, waktu perjalanan, ketersediaan driver, dan permintaan pelanggan secara real-time. Harga disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Penetapan harga dinamis ini mirip dengan yang diberlakukan pada industri penerbangan dan jaringan hotel.

10. Walmart

Perusahaan retail raksasa Walmart menggunakan Business Intelligence untuk memahami bagaimana perilaku belanja secara online maupun offline. Dengan menganalisis simulasinya, Walmart dapat memahami pola pembelian pelanggan. Sebagai contoh, berapa banyak pengujian kacamata dan gelas yang terjual setiap harinya, dan titik-titik mana yang menjadi pusat keramaian tiap hari maupun bulan.

Artikel terkait Business Intelligence

Published by Arga Dinata

Berpengalaman sejak tahun 2010 dalam industri IT dalam Pengembangan Software dan Implementasi Business Dashboard, telah membantu berbagai kementerian dan perusahaan swasta. Beberapa customer loyal kami: PT Brantas Abipraya (Persero), Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, PT Fajar Mas Murni, PT Medeq Mandiri Utama, CLC Training, dan PT Asnet Data Solution. Anda dapat menghubungi saya melalui WA 0817-9662-311 atau email arga@polluxintegra.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.