Pengalaman Blogging 2 Bulan, Ini 5 Hal yang Saya Pelajari

Artikel pertama blog Teknovidia ini tertanggal 17 Agustus 2021. Sebenarnya saya selesai membuat artikel pertama tersebut sehari sebelumnya. Namun, untuk menyamakan dengan momen bersejarah bangsa Indonesia, maka tanggal 17 adalah waktu yang lebih pas. Hahaha..

2 bulan sejak posting pertama seharusnya jatuh pada tanggal 17 Oktober 2021. Dikarenakan saya tidak sabar untuk berbagi pengalaman dengan teman-teman pembaca, maka saya segera tulis saja hari ini, 13 Oktober 2021. Selain itu karena belum ada ide lain untuk ditulis. Hehehe..

Blogging (dasar) sebenarnya bukan hal yang baru bagi saya. Di tahun 2010, saat saya baru lulus kuliah, sempat membuat blog. Sudah beli domain dan hosting, dan mulai menulis beberapa artikel bisnis IT dan tutorial pemrograman. Konsistensi, satu hal yang sulit bagi saya ketika blogging. Akhirnya blog pertama saya hanya bertahan 2 bulan saja.

Tahun 2016, saya kembali menulis. Dengan platform yang berbeda, Medium. Saya menulis di Medium akhir tahun 2016 hingga awal 2017. Setelah itu tidak dilanjutkan lagi. Artikel di Medium sampai sekarang masih ada. Dan ada 2 artikel yang masuk halaman pertama di hasil pencarian Google.

Saya ingin menghasilkan uang dari blog. Pendapatannya bisa pasif dan berdampak jangka panjang. Namun, dalam hati ini masih ada keraguan, apakah bisa menjadi penghasilan utama. Pada akhirnya saya membulatkan tekad untuk membangun lagi blog. Apabila penghasilannya tidak besar, paling tidak bisa menjadi media pemasaran untuk bisnis utama saya, software house.

Pada artikel ini saya akan berbagi dengan teman-teman, apa saja yang sudah saya pelajari selama 2 bulan menekuni blog Teknovidia ini. Mari simak!

5 Sumber Pembelajaran Blog dan SEO

Selama 2 bulan terakhir, saya banyak belajar blog dan SEO dari berbagai sumber. Blog dan SEO ini ternyata topik yang sangat besar peminatnya. Para senior pun banyak yang berbagi pengalaman, baik itu melalui blog mereka atau merambah ke channel YouTube. Dari sekian banyak sumber, ada beberapa yang sering saya kunjungi. Berikut di antaranya:

1. Belajar dari Blogger Senior

Saya lebih senang membaca daripada menonton video, jadi saya lebih banyak belajar dari blog. Blog yang sering saya baca tentu saja dari para senior. Ada 2 blog yang sering saya baca tulisannya, PanduanIM dan senior Irvan Taufik.

Melalui blog Panduan IM saya belajar bagaimana memulai blog, menulis konten berkualitas, melakukan riset kata kunci, dan mendatangkan trafik. Sedangkan di blog Irvan Taufik banyak belajar mengenai AdSense, backlink, dan memahami konsep PBN.

2. YouTube Channel

Media yang kedua adalah kanal YouTube. Saya membuka YouTube hanya jika TV di rumah sedang luang, biasanya dipake anak-anak. Dari kanal YouTube ini saya belajar dari Mas Timon, Mas Didik Arwinsyah, dan Ahrefs (Sam Oh).

3. Udemy, Kursus Berbayar

Udemy adalah marketplace kursus online yang banyak menjual kursus dengan harga terjangkau. Saya sudah beberapa kali membeli kursus di sini, tidak hanya tentang blog dan SEO. Namun juga topik bisnis dan IT. Untuk topik blog dan SEO, saya telah membeli 2 kursus berikut ini:

  • Blogging Masterclass oleh Brad Merrill – melalui kursus ini saya belajar bagaimana memulai blogging, menemukan ide konten, memahami berbagai jenis format konten, melakukan promosi, dan menghasilkan uang melalui blog. Pada kursus ini tidak dibahas mengenai teknik SEO, hanya blogging.
  • SEO 2021: Complete SEO Training oleh Arun Nagarathanam – untuk SEO, saya belajar dari kursus ini. Pada kursus ini kita diajari bagaimana memilih niche, melakukan riset kata kunci, membuat artikel yang ramah SEO, membangun link, dan teknik SEO lainnya. Untuk kursus ini saya masih separuh jalan. Hehehe..

4. Facebook Group

Tidak lengkap rasanya jika tidak menyebutkan komunitas di Facebook sebagai salah satu media pembelajaran. Ada banyak grup Facebook yang membahas blog dan SEO. Namun, satu yang menurut saya cukup aktif adalah Blogger Indo. Di grup ini saya sering menanyakan hal-hal praktis yang masih kurang dipahami setelah belajar online. Anggota grup ini cukup responsif. Di sini juga banyak teman-teman yang bisa membantu untuk guest post dan backlink.

5. Ruang Quora

Media pembelajaran yang terakhir adalah Quora! Quora adalah sebuah website tanya jawab. Mirip dengan model forum kalo zaman dahulu. Di sini saya sering membaca diskusi di ruang Blog dan SEO. Banyak juga blogger senior yang aktif di sini. Bahkan ada yang penghasilannya sudah ratusan juta dari blog. Sharing pengalaman dari senior ini cukup menarik untuk disimak.

Mengenal Istilah Baru dalam Blog dan SEO

Memasuki dunia baru, tentu harus siap berkenalan dengan istilah-istilah baru. Istilah-istilah ini perlu dipahami teman-teman blogger agar mudah jika berdiskusi dan belajar mandiri melalui Google. Berikut ini daftar istilah yang saya pelajari selama 2 bulan ini.

1. DA dan PA

Meskipun sudah 10 tahun bergelut di dunia IT, saya baru tau bahwa domain memiliki nilai reputasi. DA dan PA, atau Domain Authority dan Page Authority. Nilai DA dan PA ini tidak resmi dari Google. Ini merupakan istilah dari tools SEO Moz yang digunakan untuk mengukur tingkat reputasi sebuah domain dan blog. Jika menggunakan tools SEO lain, Ahrefs, maka yang digunakan adalah istilah DR, Domain Rating. Semakin tinggi nilai DA dan PA ini, semakin besar peluang untuk berada di halaman pertama hasil pencarian Google.

2. Jaringan Publisher Iklan: AdSense, Adsterra, dan MGID

Pasang iklan! Model monetisasi yang paling populer di dunia blogging. Yang paling banyak digunakan tentu saja AdSense. Selain AdSense, ada provider iklan lain seperti Adsterra dan MGID. Saya pribadi baru mencoba AdSense saja, dan memang tidak ada niat untuk mencoba Adsterra dan MGID. Yang saya ketahui bahwa untuk terdaftar di AdSense memang tidak mudah. Makanya ada beberapa blogger yang mencoba jaringan publisher iklan yang lain.

3. Backlink

Backlink adalah referensi dari website atau blog lain yang masuk ke blog kita. Backlink ini penting untuk membangun kredibilitas blog. Semakin banyak backlink ke blog kita, maka nilai DA dan PA akan semakin tinggi. Backlink ada yang berkualitas dan tidak. Backlink berkualitas datang dari website dengan reputasi tinggi dan membahas niche yang sama dengan blog kita. Sedangkan yang tidak berkualitas yang berasal dari website ilegal, seperti judi, porn, dsb.

4. PBN, Aged, dan Expired Domain

Ini adalah mainan SEO tingkat tinggi. PBN adalah singkatan dari Private Blog Network. PBN adalah jejaring blog yang dibangun untuk menaikkan reputasi blog utama. Sedangkan aged dan expired domain adalah domain yang akan atau sudah habis masa aktifnya, dan memiliki DA & PA yang tinggi. Ketiga teknik ini digunakan untuk menaikkan reputasi blog dengan cepat. Namun, kabarnya cara ini kurang disukai oleh Google dan berisiko pada blog kita.

5. Jingling!

Istilah yang terakhir, sepertinya berasal dari negeri Tiongkok, Jingling! Jingling ini adalah teknik untuk mendatangkan banyak visitor ke blog kita dalam satu waktu. Namun, teknik ini juga dapat digunakan untuk menyerang blog lain. Jika baca-baca di grup Blogger Indo, banyak pesan untuk tidak sembarangan membagi link blog kita. Khawatir nanti ada yang iseng men-jingling!

Membuat Artikel Berkualitas

Salah satu hal terpenting dalam perjalanan 2 bulan ini adalah pentingnya membuat artikel berkualitas. Jika ingin masuk di halaman pertama hasil pencarian, buatlah artikel yang lebih baik dari kompetitor.

Menurut Om Darmawan Panduan IM, artikel berkualitas adalah artikel yang:

  • Memiliki bobot tinggi dibandingkan artikel lain.
  • Kredibel, ada link kutipan ke data atau fakta yang terpercaya.
  • Penyajiannya tidak membosankan.
  • Bernilai bagi pembacanya.

Masih dari sumber yang sama, Om Darmawan menyarankan untuk mempelajari konten kompetitor kita yang berada di halaman pertama. Dan buatlah artikel yang lebih baik dari mereka! Saya sudah mencobanya pada artikel-artikel awal saya, tapi ternyata itu bukan hal yang mudah.

Jadi untuk membiasakan menulis dan melatih konsistensi, saya mencoba rutin dahulu. Dengan panjang artikel rata-rata 1000 kata. Jika sudah konsisten baru mulai berpikir bagaimana membuat artikel yang lebih baik dari kompetitor.

Pengalaman Mendaftar AdSense

Tepat 1 bulan sejak pertama kali artikel pertama dirilis, pada 17 Oktober 2021 saya mencoba mendaftarkan blog ke program Google AdSense. Dengan bermodalkan usia yang masih seumur jagung dan artikel yang tidak banyak, iseng saja dan nothing to lose. Diterima ya syukur, kalo tidak ya wajar.

Saat didaftarkan ke program Google AdSense, blog ini memiliki 15 artikel. Dengan rata-rata sepanjang 1000 kata. Artikel dibagi ke dalam beberapa section. Pokoknya sesuai panduan menulis artikel yang bagus.

Pengajuan pukul 5 pagi, dan malam harinya pukul 23 saya mendapat surat cinta dari Google. Lamaran saya diterima! Yeay! Langsung keesokan paginya saya ulik menu-menu di AdSense, dan coba pasang di blog.

Penghasilan AdSense…

Setelah hampir sebulan iklan AdSense dipasang, hasilnya… baru Rp13 ribuan. Hahaha.. Ya wajar karena visitor harian baru 20-30-an. Sebenarnya saya ingin membagikan tangkapan layar dasbor AdSense-nya. Tapi nanti takut di-ban oleh Google. Jadi tidak usah dulu ya. Hehehe..

Melacak Posisi Artikel di Hasil Pencarian (SERP)

Saat usia blog masih dalam hitungan hari, hampir setiap saat saya memeriksa posisi artikel di hasil pencarian Google. Saya yakin tulisan saya lebih baik dari kompetitor di halaman pertama. Hahaha.. Congkak dikit bolehlah.. Tapi apa yang saya dapatkan? Hingga halaman kesepuluh pun belum artikel saya. Kecewa? Sedikit.

Akhirnya saya tidak memeriksa lagi posisi artikel. Fokus menulis lebih rutin dan lebih banyak artikel saja. Akhirnya pada tanggal 10 Oktober, saya coba cek salah satu kata kunci. Dan ternyata, sudah masuk halaman pertama! Wow! Akhirnya saya cek satu persatu artikel dengan beberapa kata kunci utama. Dan inilah hasilnya:

Dari 75 kata kunci yang saya ujicoba berikut hasilnya:

  • 16 kata kunci berada di halaman pertama (21.3%)
  • 7 kata kunci berada di halaman kedua (9.3%)
  • 16 kata kunci berada di halaman 3-5 (21.3%)
  • Sisanya 36 kata kunci berada di halaman lebih dari 5 (48%)

Wah, ternyata cukup mengejutkan. Meskipun setelah saya cek, kata kunci yang masuk halaman pertama pencariannya hanya 0-100 per bulan, dan kompetisinya rendah. Hahaha.. Jadi belum membawa trafik organik yang signifikan.

Penutup

Pada saat membuat draf tulisan ini, sebenarnya ada 10 item yang akan saya bagi. Tapi dari 5 item ini saja sudah hampir 1500 kata, gimana kalo semuanya saya tulis? Jadinya saya pangkas separuhnya. Sisanya nanti kalo lagi mood akan dilanjutkan. Hahaha..

Oke sekian artikel ini, semoga bermanfaat untuk teman-teman ya. Tetap semangat merawat blog Anda..

Salam.

7 thoughts on “Pengalaman Blogging 2 Bulan, Ini 5 Hal yang Saya Pelajari”

  1. Wow, keren mas. Saya ngeblog masih sekedar blogging aja nih, belum punya keseriusan untuk bisa masuk ke halaman 1. Padahal, seharusnya blogging ya harus belajar SEO juga ya. Saya kadang masih ragu juga nih saat nulis, apakah akan nulis tema satu niche atau multiple. Berhubung blog saya personal,… Inspiring tulisan ini. Nambah semangat ngeblog…

    Reply

Leave a Comment

error: This content is protected by DMCA