Berita

Prokes Kian Longgar, Raksasa Teknologi ini Izinkan Pekerja Lepas Masker

pekerja lepas masker

Karyawan Google yang sudah divaksinasi kini tidak perlu memakai masker ataupun melakukan tes Covid-19. Dilansir dari laman cnet.com, Prokes di perusahaan tersebut memang kian longgar. Raksasa teknologi ini bahkan izinkan pekerja lepas masker selama berada di kantor.

Seperti yang dilaporkan Rabu sebelumnya oleh CNBC, Google pun mengaku tidak akan lagi mewajibkan vaksin Covid-19 sebagai syarat kerja bagi pekerja Amerika Serikat dan tidak mengharuskan pekerja yang sudah divaksin untuk memakai masker, dites, ataupun menjaga jarak saat bekerja di sebagian besar kantor.

Aturan masker dan jaga jarak untuk pekerja yang divaksinasi, akan ditetapkan masing-masing kantor sesuai dengan panduan dan persyaratan COVID setempat, namun CNBC melaporkan bahwa karyawan yang tidak divaksinasi tapi disetujui untuk masuki kantor ternyata masih harus dites dan patuh pada peraturan penggunaan masker. Dan pekerja yang tidak divaksinasi tidak akan dapat masuk kantor Google.

“Berdasarkan kondisi terkini di Bay Area, kami senang bahwa karyawan kami yang memilih untuk masuk, sekarang dapat berinteraksi langsung dengan teman kerja dan bisa mengakses lebih banyak ruangan di tempat kerja”, kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataannya ke CNET.

Pihaknya pun mengaku telah memberi opsi karyawan untuk memilih apakah hendak masuk kantor atau bekerja dari mana pun mereka berada.

Padahal, Google sebelumnya mengumumkan bahawa para pekerjanya akan kehilangan gaji dan akhirnya dipecat jika mereka tidak mematuhi aturan vaksinasi virus corona perusahaan.

Kebijakan Google itu rupanya mengikuti langah Amazon yang lebih dulu mengizinkan pekerja yang sudah mendapatkan vaksin lengkap untuk tidak menggunakan masker saat berada di tempat kerja.

Beberapa kota besar di Amerika Serikat pun rupanya  tidak lagi memberlakukan bukti vaksinasi dan masker. Demikian halnya dengan The Wall Street Journal yang sempat memberitakan bahwa kebijakan pelonggaran memang hanya berlaku untuk wilayah Amerika Serikat dan berlaku saat beberapa negara bagian telah mencabut regulasi penggunaan masker dalam ruangan.

Meskipun kasus Covid-19 di negara itu sekarang menurun tapi masih rupanya masih ada lebih dari 900 ribu kematian akibat Covid-19 di AS. Dan hingga kini vaksin Covid-19 tetap dianggap aman dan efektif melawan penyakit parah, rawat inap, dan kematian di negara itu.

Baca juga Lagi, Penipuan Cryptocurrency Senilai 5,36 Juta Dollar Rugikan 2000 Investor

Leave a Reply

Your email address will not be published.