Berita

Cent Tangguhkan Penjualan NFT Lantaran Keluhkan Hal yang Sama dengan OpenSea

Cent, sebuah perusahaan yang tahun lalu membantu pendiri dan CEO Twitter melelang NFT berupa tweet pertamanya senilai USD 2,9 juta, kini terpaksa tangguhkan penjualan NFT di platform-nya lantaran keluhkan hal yang sama dengan OpenSea.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, OpenSea sempat mengumumkan pembatasan fitur “free minting tool” karena ada 80 persen konten palsu dan bajakan yang beredar di OpenSea.

Kini giliran Cent yang mengeluhkan hal yang sama. Perusahaan ini menghentikan sebagian besar transaksi NFT sebagai solusi atas maraknya penjualan token palsu dan hasil jiplakan yang merajalela di platform mereka.

“Plagiarisme, pemalsuan, penipuan, dan penipuan, sekarang dapat ditemukan di seluruh ruang NFT”, tulis siaran pers Cent, baru-baru ini diposting di websitenya.

Masalahnya menjadi sangat buruk sehingga, Cent lantas mengambil langkah drastis yakni dengan menangguhkan penjualan NFT.

Dilansir dari laman mashable.com, perusahaan mengatakan ini adalah langkah sementara sampai dapat menemukan cara untuk menangani aktor jahat yang menyalahgunakan platform dengan mencetak dan menjual NFT yang bukan milik mereka.

“Baru-baru ini, di jaringan kami, nampak orang mengambil karya orang lain dan mencetaknya kembali menggunakan layanan kami,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Cent lalu menyimpulkan bahwa orang-orang tersebut adalah aktor jahat, yang hanya terlibat dengan Cent untuk tujuan menipu orang lain agar membeli karya palsu.

“Kami tidak memaafkan perilaku ini, karena secara etika, hukum, dan filosofis, itu bertentangan dengan nilai-nilai kami dan apa yang kami perjuangkan”, tambahnya.

Meskipun Cent tidak sebesar pasar NFT OpenSea, namun platform ini pernah dikenal publik lantaran pada 2021, pendiri dan mantan CEO Twitter Jack Dorsey melelang tweet pertama yang dia posting di platform tersebut.

NFT dari tweet yang diposting pada tahun 2006 oleh Dorsey itu akhirnya menghasilkan $2,9 juta.

“Jika Anda masih ingin menawar NFT tweet, Anda sebenarnya masih bisa melakukannya di Cent. Pasar tweet-nya akan tetap tersedia”, imbuhnya.

Cent pun mengatakan sedang bereksperimen dengan sejumlah cara bagi pembuat konten untuk memonetisasi konten mereka dan pasar NFT hanyalah salah satunya.

Berbicara tentang pasar NFT terbesar, OpenSea, baru-baru ini juga mengklaim bahwa 80 persen NFT yang dicetak di platformnya adalah “karya plagiat, koleksi palsu, dan spam”.

Dalam pengumumannya, Cent bahkan menyoroti tentang bagaimana OpenSea menangani aktor jahat sebagai “whack-a-mole”. Plagiarisme, pemalsuan, dan penipuan, lanjutnya, jelas merupakan masalah yang ditemukan di seluruh ruang NFT. Dan, terlepas dari tindakan apa yang diberlakukan, kemungkinan akan selalu menjadi masalah.

Baca juga Terus Diserbu NFT Jiplakan dan Spam, OpenSea Kaji Ulang Fitur Unggahan Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published.