Bisnis, Bisnis Umum

Apa itu Buyer Persona dan Mengapa itu Penting?

Buyer persona adalah

Buyer persona adalah representasi target konsumen Anda. Disebut representasi karena Anda tidak akan bisa menargetkan semua orang dalam pemasaran. Sehingga Anda perlu mengarahkan fokus ke sebagian besar orang yang paling berpotensi menjadi konsumen Anda, atau dengan kata lain merepresentasikan mayoritas prospek.

Buyer persona sangatlah penting dalam pemasaran bisnis. Data di bawah ini membuktikannya.

Buyer persona adalah manfaat besar bagi pemasaran bisnis

Data di atas menampilkan perbandingan antara ekspektasi versus hasil yang sudah responden dapatkan dari buyer persona. Mayoritas variabel hanya terpaut selisih kecil. Selisih terbesar terdapat pada variabel konversi.

Penyebabnya tentu saja bukan karena buyer persona. Mungkin saja karena teknik inbound marketing, strategi lead generation, atau lead generation Facebook yang kurang optimal.

Apapun penyebabnya, jika Anda mengeliminasi buyer persona, hasilnya akan jauh lebih rendah dari ekspektasi. Mengingat pentingnya buyer persona, di artikel ini kita akan membahas pengertian dan manfaatnya dalam dunia bisnis.

Apa itu Buyer Persona?

Buyer persona adalah data mengenai profil target konsumen yang didapat melalui riset. Profil yang dimaksud bisa berupa nama, usia, jenis kelamin, alamat, profesi, hobi, dan lain sebagainya.

Data tersebut didapatkan dari hasil riset. Anda bisa melakukan riset melalui berbagai channel online seperti website, sosial media, maupun platform khusus untuk riset online.

Dengan data itulah Anda bisa mengenali siapa saja yang berpotensi menjadi konsumen Anda. Lebih jauh, Anda  bisa menganalisis preferensi mereka, kemudian merencanakan strategi yang tepat untuk menjadikan mereka pelanggan setia Anda.

Ibarat memancing ikan, Anda harus menyesuaikan jenis pancing, kail, dan umpan untuk setiap spesies dan habitat. Anda tidak bisa memancing ikan tuna seberat ratusan kilo di laut lepas dengan kail dan umpan yang biasa Anda pakai untuk memancing lele di sungai.

Contoh Buyer Persona. Sumber: Wheelhouse Advisors

Logika yang sama juga berlaku dalam pemasaran. Karena Anda menjual produk untuk kelompok orang tertentu, maka Anda juga harus memiliki sumber daya dan kemampuan yang sesuai untuk menarik perhatian kelompok tersebut.

Jika Anda tidak tahu siapa yang Anda targetkan, maka Anda tidak akan mampu menentukan cara pemasaran yang tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa buyer persona adalah bahan baku utama yang harus Anda siapkan sebelum mengolah konten pemasaran dan menghidangkannya ke meja atensi prospek.

Pentingnya Buyer Persona Dalam Bisnis

Buyer persona adalah data yang memberitahu Anda tentang karakter prospek. Pentingnya buyer persona sudah tidak dipertanyakan lagi, karena tanpanya Anda bagai seperti bepergian tanpa arah.

Bayangkan Anda menjual sesuatu, tapi Anda tidak tahu pada siapa Anda akan menjualnya. Lantas bagaimana Anda akan menentukan kata sapaan (Anda, Kamu, Lo, dll), topik pembicaraan, kalimat basa-basi, dan hal-hal lain yang sewajarnya ada dalam setiap komunikasi?

Menyapa pria dewasa berusia 50+ tahun dengan sapaan ‘Loe’ jelas tidak sopan. Sedangkan menyapa gadis 20 tahun dengan sebutan ‘Anda’ juga terkesan terlalu formal.

Dari kata sapaan saja, Anda sudah kesulitan jika tidak dibekali dengan buyer persona. Apalagi dengan aspek-aspek lain yang lebih kompleks dari sekedar menyapa.

Kekeliruan dalam menentukan satu detail kecil saja bisa menggagalkan seluruh proses marketing. Jadi, agar semuanya menjadi tepat sasaran, Anda harus meneliti dengan baik siapa yang akan Anda targetkan untuk menjadi konsumen.

Itulah pentingnya buyer persona bagi bisnis.

Apa yang Bisa Anda Lakukan dengan Buyer Persona?

Buyer persona adalah data multifungsi. Dengan buyer persona, Anda bisa melakukan banyak hal menarik dan efektif untuk digital marketing.

1. Memproduksi Konten Kustom

Jika selama ini Anda membuat satu konten untuk semua orang, maka sekarang waktunya untuk mengubah strategi. Anda perlu menerima fakta bahwa tidak ada konten yang cocok untuk semua orang.

Daripada membuang waktu mengharapkan sebanyak mungkin visitor, akan lebih baik jika Anda membuat konten tertarget. Buyer persona adalah data yang Anda perlukan untuk melakukannya.

Kustomisasikan konten Anda sesuai profil prospek. Baik dari segi informasi, gaya bahasa, gambar pendukung, maupun aspek lainnya. Jika konten Anda selaras dengan karakter prospek, maka Anda akan menyaksikan peningkatan visitor dan engagement yang menggembirakan.

Konten universal yang menargetkan 100 orang kemungkinan hanya akan dikunjungi oleh 10 orang. Sedangkan konten kustom yang hanya menargetkan 50 orang berpeluang lebih besar untuk dikunjungi lebih dari 30 orang. Lebih baik yang kedua, bukan?

2. Menargetkan Pain Point

Buyer persona adalah sekumpulan data calon konsumen. Salah satu data buyer persona yang paling penting adalah pain point.

Pain point adalah permasalahan tertentu yang dihadapi oleh prospek. Jika Anda mampu mengenali prospek Anda dan memahami masalah yang mereka hadapi, maka Anda memiliki kesempatan untuk menunjukkan spesialisasi Anda.

Pertama, pahami permasalahan prospek yang masih berkaitan dengan bidang bisnis dan produk / jasa Anda. Setelah itu, berikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Gunakan gaya pendekatan yang natural ala inbound marketing. Pada fase problem solving, jangan serta-merta menawarkan produk Anda. Cukup tunjukkan bahwa Anda peduli pada prospek dan bisa membantu mengatasi masalah mereka.

Kalau Anda berhasil memanfaatkan celah pain point ini, maka Anda akan mendapatkan simpati yang besar dari prospek. Jika prospek sudah menaruh kepercayaan pada brand Anda, peluang untuk menjual produk pada mereka pun terbuka semakin lebar.

3. Melayani Secara Personal

Pelayanan personal terbukti ampuh untuk memanjakan pelanggan, dan buyer persona adalah materi utama untuk menjalankannya.

Dengan buyer persona, Anda bisa mengetahui informasi pribadi prospek yang bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan pelayanan.

Resepsionis hotel bisa menyarankan menu sarapan bebas gula untuk tamu penderita diabetes. Barista bisa merekomendasikan kopi yang ringan untuk penderita asam lambung. Koki bisa menghidangkan menu tanpa daging untuk pengunjung vegetarian.

Baik tamu hotel maupun pengunjung cafe dan restoran, semuanya terkejut karena mendapatkan pelayanan secara sangat personal. Mereka merasa seolah-olah semua orang di gedung yang mereka kunjungi benar-benar memperhatikan mereka. “Bagaimana kalian bisa tahu bahwa …”, adalah pertanyaan yang pasti bercokol di benak mereka.

Dengan membuat prospek merasa diperhatikan, prospek akan menaruh simpati dan kepercayaan yang lebih besar pada brand Anda. Peluang untuk membawa prospek menuju ke tahap funnel selanjutnya pun semakin terbuka.

Namun Anda juga harus jeli dalam memanfaatkan buyer persona. Terutama karena isu penyalahgunaan data kian santer beberapa tahun ini. Jangan sampai Anda membuat prospek merasa bahwa Anda memata-matai atau mencuri data mereka.

Solusinya terletak pada cara Anda mengumpulkan data. Pastikan bahwa Anda mendapatkan data buyer persona dari prospek Anda sendiri. Misalnya dengan meminta mereka mengisi form identitas untuk mendapatkan konten premium di website Anda.

Anda dalam posisi aman jika prospek mengingat bahwa mereka dengan sukarela memberikan data pada Anda.

Buyer Persona adalah Kemudi Pemasaran

Sebelum menjalankan pemasaran, Anda pasti memulai dengan memetakan target konsumen. Hal ini bertujuan agar setiap upaya yang Anda lakukan memiliki arah yang jelas dan menuju ke garis finish yang tepat.

Buyer persona adalah data yang wajib Anda miliki dan terus Anda perbarui sebagai roda kemudi pemasaran Anda. Semuanya demi menuju ke arah dan garis finish yang sudah Anda tentukan sebelumnya: profit sebesar-besarnya.

Artikel terkait CRM, Pemasaran, & Penjualan

Published by Ahmat Roihan

Experienced SEO content writer & copywriter, digital marketing enthusiast, tech savvy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.