Profil Bisnis

Profil dan Sejarah Perusahaan Uber

Profil Perusahaan Uber

Profil perusahaan Uber menceritakan kiprah salah satu pionir transportasi online dunia. Sejarah Uber juga menggambarkan bagaimana jatuh-bangun sebuah bisnis agar dapat bertahan. Mungkin Anda juga ingat bahwa Uber pernah beroperasi di Indonesia sebelum memutuskan hengkang dari pasar Asia Tenggara.

Company profile Uber akan kita bahas lengkap di sini. Mulai dari profil, sejarah, biografi pendiri, produk dan layanan, sampai anak usaha Uber. Tak lupa kronologi Uber angkat kaki dari Asia Tenggara dan diakuisisi oleh Grab.

Profil Perusahaan Uber

Company profile Uber adalah sebagai berikut:

  • Nama perusahaan: Uber Technologies, Inc. alias Uber
  • Nama sebelumnya: UberCab (2009-2011)
  • Jenis perusahaan: Publik
  • Industri: Transportasi
  • Simbol saham: NYSE: UBER, komponen Russell 1000 Index
  • Tahun berdiri: Maret 2009
  • Pendiri: Garrett Camp, Travis Kalanick
  • Kantor pusat: San Francisco, California, Amerika Serikat
  • Area operasi: 72 negara dan 10.500 kota
  • Tokoh kunci:
    • Ronald Sugar (chairman)
    • Dara Khosrowshahi (CEO)
    • Nelson Chai (CFO)
    • Tony West (CLO)
  • Produk: Aplikasi Mobile, Website
  • Layanan:
    • Transportasi
    • Pengiriman paket
    • Pengiriman makanan
    • Kurir
    • Angkutan barang
  • Pendapatan: 17.455 miliar USD (2021)
  • Laba operasi: -3.834 miliar USD (2021)
  • Laba bersih: -0,496 miliar USD (2021)
  • Total aset: 38.774 miliar USD (2021)
  • Total ekuitas: 12.266 miliar USD (2021)
  • Jumlah karyawan: 29.300 (2021)
  • Anak usaha:
    • Car Next Door
    • Careem
    • Cornershop
    • Drizly
    • Postmates
    • Uber Eats
  • Website: www.uber.com

Sejarah Uber

Garrett Camp, seorang programmer komputer yang juga co-founder StumbleUpon, mendirikan Uber pada tahun 2009. Camp melakukannya bersama Travis Kalanick yang menjual startup miliknya bernama Red Swoosh senilai 19 juta USD pada 2007.

Garret Camp & Travis Kalanick, 2 pendiri Uber. Sumber: GAGS.BUZZ

Awalnya, Camp bersama teman-temannya menghabiskan 800 USD untuk merekrut sopir pribadi. Dari sinilah Camp memikirkan cara untuk mengurangi biaya transportasi. Idenya adalah berbagi biaya dengan orang-orang. Ide ini kemudian ia wujudkan sebagai Uber.

Kalanick kemudian bergabung dengan Camp dan memberinya penghargaan penuh atas ide Uber. Garrett Camp bersama Oscar Salazar dan Conrad Whelan kemudian membuat prototype Grab. Travis Kalanick berperan sebagai penasihat perusahaan.

Bulan Februari 2010, Uber mendapatkan karyawan pertamanya yaitu Ryan Graves. Graves mendapatkan pekerjaan di Uber setelah merespon sebuah post di Twitter. Pada mulanya Graves menjabat manajer umum. Ia dengan naik jabatan menjadi Chief Executive Officer (CEO) sesaat setelah peluncuran. Namun jabatannya ini tidak berlangsung lama. Pada Desember 2010, Kalanick mengambil alih posisi CEO dari Graves. Graves kemudian menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO). Per 2019, Graves memiliki 31,9 juta saham Uber.

Operasi awal Uber bermula di San Fransisco pada 2011. Saat itu, Uber hanya mengizinkan penggunanya untuk menggunakan layanan transportasi mobil mewah berwarna hitam dengan biaya 1,5 kali lipat taksi umum.

Pada tahun yang sama, UberCab berubah nama menjadi Uber setelah menerima komplain dari operator taksi San Francisco.

Juli 2012, perusahaan memperkenalkan UberX sebagai layanan yang lebih terjangkau. UberX mengizinkan pengemudi untuk menggunakan mobil non-mewah, termasuk mobil pribadi mereka sendiri. Persyaratan yang harus dipenuhi pengemudi meliputi pemeriksaan latar belakang, asuransi, registrasi, dan standar kendaraan.

Perkembangan Uber semakin masif setelahnya.

Timeline Sejarah Uber

  • Maret 2009: Uber didirikan.
  • April 2012: Uber meluncurkan layanannya di Chicago.
  • 2013: Uber beroperasi di 35 kota.
  • Desember 2013: Uber menjadi Tech Company of the Year oleh USA Today.
  • 2014: Uber meluncurkan layanan transportasi bersama di San Francisco Bay Area. Pada tahun ini pula UberEats diluncurkan.
  • Agustus 2016: Uber menjual layanannya di Tiongkok kepada DiDi.
  • Agustus 2017: Dara Khosrowshahi menggantikan Travis Kalanick sebagai CEO Uber.
  • Februari 2018: Uber menggabungkan operasinya di Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Georgia, dan Kazakhstan dengan Yandex Taxi
  • Maret 2018: Uber menggabungkan layanannya di Asia Tenggara dengan Grab.
  • November 2018: Uber menjadi gold member Linux Foundation.
  • 10 Mei 2019: Uber melakukan Initial Public Offering (IPO) alias Penawaran Saham Perdana.
  • Juni 2019: Barney Harford (COO) dan Rebecca Messina (CMO) mengundurkan diri.
  • Juli 2019: Uber mengurangi sepertiga karyawan departemen pemasaran (400 orang) akibat kerugian berkelanjutan.
  • September 2019: Uber memecat 435 karyawan. 265 orang dari tim engineering dan 170 orang dari tim produk.
  • Januari 2020: Uber mengakuisisi Careem senilai 3.1 miliar USD. Pada bulan yang sama, Uber menjual layanan UberEats di India kepada Zomato.
  • 5 Mei 2020: akibat Covid-19, Uber berencana memberhentikan 3.700 karyawan atau sekitar 14% dari total karyawan.
  • 18 Mei 2020: Uber memberhentikan 3.000 karyawan dan menutup 45 kantor.
  • Juni 2020: Uber mengumumkan bahwa mereka akan mengelola armada kendaraan dengan tingkat okupansi tinggi sesuai permintaan Marin Transit. Kemitraan ini adalah kemitraan SaaS pertama Uber.
  • Juli 2020: Uber bermitra dengan Cornershop dan meluncurkan layanan pengiriman bahan makanan di Amerika Latin, Kanada, Miami, dan Dallas.
  • 1 Desember 2020: Uber mengakuisisi Postmates senilai 2,65 miliar USD.
  • Oktober 2021: Uber mengakuisisi Drizly senilai 1,1 miliar USD.
  • 20 Januari 2022: Uber mengakuisisi Car Next Door.
  • 11 Maret 2022: Uber menambahkan biaya tambahan bahan bakar untuk perjalanan di Amerika Serikat dan Kanada.
Dara Khosrowshahi, CEO Uber yang menggantikan Travis Kalanick pada 2017. Sumber: Yahoo! News

Misi Lingkungan Berkelanjutan Uber

Uber sangat aktif bergerak dalam hal pelestarian lingkungan. Salah satu ambisi terbesar Uber adalah menjadi platform bebas emisi pada 2040. Rencana Uber adalah sebagai berikut:

  1. 2020: Uber mengumumkan komitmen global untuk menjadi platform mobilitas tanpa emisi.
  2. 2025: ratusan ribu pengemudi Uber beralih ke kendaraan listrik melalui program Green Future.
  3. 2030: Uber mengoperasikan platform mobilitas tanpa emisi di Kanada, Eropa, dan Amerika Serikat.
  4. 2040: 100% perjalanan global menggunakan kendaraan tanpa emisi, mikromobilitas, dan angkutan umum.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Uber telah menjalankan beberapa program ramah lingkungan, antara lain:

  • Uber Green: layanan mobilitas tanpa emisi atau rendah emisi yang tersedia di 100 pasar urban di 2 benua, 13 negara, dan ratusan kota.
  • Transit: Uber bekerjasama dengan agensi transit lokal di seluruh dunia untuk memberikan informasi transit secara real-time dan pembelian tiket langsung di dalam aplikasi Uber.
  • Sepeda dan skuter: Uber telah mengintegrasikan sepeda dan skuter Lime ke aplikasi Uber di 55 kota di seluruh dunia.
Mobil listrik Uber Green. Sumber: Emerce

Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber mencantumkan statement berikut ini di profil perusahaan Uber:

“Sebagai platform mobilitas terbesar di dunia, kami tahu bahwa dampak kami melampaui teknologi kami. Kami ingin melakukan bagian kami untuk membangun kembali dengan lebih baik dan mendukung pemulihan hijau di kota dan komunitas kami.”

Dari sini kita dapat melihat bagaimana Uber tidak hanya mengupayakan layanan transportasi online yang simpel, murah, dan cepat, tapi juga ramah lingkungan. Ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan atas emisi yang dihasilkan oleh armada transportasi mereka.

Demikianlah profil perusahaan Uber dengan informasi perusahaan lengkap, sejarah Uber, dan misi lingkungan Uber di seluruh dunia.

Profil dan Sejarah Perusahaan Lainnya

Published by Ahmat Roihan

Experienced SEO content writer & copywriter, digital marketing enthusiast, tech savvy.

Leave a Reply

Your email address will not be published.